LPEI Libatkan 147 Desa di Sukabumi, Jahe Gajah Disiapkan Tembus Pasar Global

- Admin

Senin, 4 Mei 2026 - 23:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

NARASI SUKABUMI – Upaya memperkuat peran desa sebagai motor penggerak ekspor nasional terus digencarkan. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) resmi meluncurkan program pengembangan desa devisa berbasis komoditas jahe gajah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan melibatkan ratusan desa guna menembus pasar internasional.

Program ini merupakan kolaborasi antara LPEI, Bea Cukai, pemerintah daerah, serta sektor swasta, termasuk PT Karabha Digdaya. Inisiatif tersebut difokuskan untuk mempercepat pengembangan komoditas unggulan desa menjadi produk ekspor yang memiliki daya saing global.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Maria Sidabutar, menyampaikan bahwa peluncuran program ini menjadi langkah awal dalam mengonsolidasikan potensi desa agar mampu bersaing di pasar internasional. Menurutnya, peluang pasar jahe global yang luas dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu sentra ekspor utama.

Sebanyak 147 desa dengan potensi produksi jahe gajah berkualitas ekspor dilibatkan dalam program ini. Tidak hanya meningkatkan produksi, program ini juga menitikberatkan pada penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, hingga kesiapan teknis ekspor.

Peluncuran program dilakukan di Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (4/5/2026). Maria menegaskan bahwa komoditas jahe gajah memiliki prospek besar di pasar internasional, seiring meningkatnya permintaan global terhadap rempah-rempah.

Dalam pelaksanaannya, LPEI menggandeng berbagai pihak, termasuk koperasi dan sektor swasta. PT Karabha Digdaya berperan sebagai pendamping yang memberikan supervisi serta penguatan kapasitas petani. Sementara itu, Bea Cukai memberikan edukasi terkait prosedur ekspor agar pelaku usaha desa memahami aspek administratif dan teknis.

Maria menekankan bahwa kesiapan ekspor tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produk, tetapi juga kualitas, kontinuitas pasokan, serta kesiapan infrastruktur. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi kualitas untuk memenuhi standar pasar global.

Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama. Pasar internasional, khususnya Eropa, semakin selektif terhadap produk yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan pestisida non kimia.

Meski belum menetapkan nilai ekspor secara pasti, LPEI optimistis potensi jahe gajah sangat besar di pasar Asia dan Eropa. Dengan kesiapan yang matang, desa-desa dinilai mampu memulai ekspor dalam waktu satu tahun.

Dari sisi pendampingan, Plt Corporate Secretary PT Karabha Digdaya, Andy Revy Rohadian, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong UMKM berbasis ekspor. Program ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak pelaku usaha yang berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP A Jakarta, Betty Endang Purbawati Aprilyana, menekankan pentingnya literasi ekspor. Ia menyebut ekspor bukan hal yang sulit jika didukung koordinasi lintas sektor yang baik.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, program desa devisa ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat peran UMKM, serta mendorong desa menjadi basis baru ekspor nasional.***

Berita Terkait

Pelantikan SMSI Sukabumi Raya, Diskominfosan Tekankan Sinergi Dan Peningkatan Literasi
Syukuran Hari Nelayan Ke-69 Ciwaru Jadi Ajang Pelestarian Budaya Dan Penguatan Pariwisata
Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran
DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan
Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar
Curug Sodong, Air Terjun Kembar Ikon Geopark Ciletuh yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Sukabumi
Liburan ke Sukabumi Makin Berkesan, Pantai Pangumbahan Tawarkan Sensasi Menyaksikan Penyu Bertelur
Jembatan Gantung Prima Jantake Diresmikan, Bupati Sukabumi Dorong Akses dan Perekonomian Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:04 WIB

Pelantikan SMSI Sukabumi Raya, Diskominfosan Tekankan Sinergi Dan Peningkatan Literasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:26 WIB

Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:23 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:31 WIB

Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar

Senin, 6 Juli 2026 - 17:28 WIB

Curug Sodong, Air Terjun Kembar Ikon Geopark Ciletuh yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Sukabumi

Berita Terbaru