NARASI SUKABUMI – Pertandingan panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2026 dipastikan menyedot perhatian pecinta sepak bola nasional pada Minggu (10/5/2026). Duel klasik dua rival abadi tersebut akan berlangsung di Stadion Segiri dan diprediksi berlangsung sengit.
Di Kabupaten Sukabumi, atmosfer pertandingan juga akan terasa meriah. Polres Sukabumi bersama komunitas Viking Palabuhanratu Raya atau Vipara menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) terbuka untuk masyarakat di Mako Polres Sukabumi, Kecamatan Palabuhanratu, mulai pukul 15.30 WIB.
Kegiatan nobar tersebut tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan, tetapi juga dikemas dengan suasana kebersamaan. Para bobotoh yang hadir akan mendapatkan makan dan minuman gratis serta kesempatan memperoleh berbagai doorprize yang telah disiapkan pihak kepolisian.
Nobar Persib kontra Persija ini menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan komunitas suporter. Di tengah tingginya rivalitas kedua tim yang kerap memicu tensi antarsuporter, Polres Sukabumi menghadirkan ruang aman dan nyaman agar masyarakat dapat menikmati pertandingan secara tertib dan sportif.
Ketua Vipara, Irvan Milano, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar tempat berkumpul para pendukung Persib, melainkan simbol sinergi positif antara kepolisian dan bobotoh di Kabupaten Sukabumi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan ruang tonton yang aman dan terkendali, sekaligus membangun kedekatan humanis antara Polres Sukabumi dengan Bobotoh Vipara,” ujar Irvan kepada wartawan.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan berlangsung, komunitas suporter bersama pihak kepolisian telah melakukan koordinasi terkait pengamanan dan edukasi kepada para pendukung yang hadir.
Menurut Irvan, seluruh bobotoh diajak menjaga nama baik Persib dan komunitas dengan mengedepankan sikap dewasa selama pertandingan berlangsung.
“Sinergi Polres Sukabumi dan komunitas Viking Vipara adalah kombinasi antara pengamanan profesional, komunikasi dua arah, dan kemandirian suporter dalam menjaga kondusifitas. Saat keduanya saling percaya, maka nobar bisa berjalan aman, nyaman, dan penuh sportivitas,” jelasnya.
Sementara itu, penasihat hukum Viking Palabuhanratu Raya, Aditya Lesmana, turut mengimbau seluruh peserta nobar untuk tidak melakukan konvoi liar maupun tindakan provokatif setelah pertandingan usai.
Ia juga meminta para suporter tidak mudah terpancing emosi, menghindari euforia berlebihan, serta tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban umum.
“Vipara ingin membuktikan bahwa bobotoh bisa menjadi contoh suporter yang dewasa, tertib, dan menjunjung persaudaraan di atas rivalitas sepak bola,” kata Aditya.
Menurutnya, kegiatan nobar bersama tersebut diharapkan menjadi contoh budaya mendukung sepak bola yang damai dan positif di Kabupaten Sukabumi. Ia menilai sepak bola seharusnya menjadi sarana hiburan dan pemersatu, bukan pemicu konflik antarsuporter.
Dengan konsep santai, aman, dan penuh kebersamaan, nobar Persib melawan Persija di Mako Polres Sukabumi diprediksi menjadi pusat perhatian bobotoh di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.
Masyarakat dan pendukung Persib pun diajak hadir langsung untuk merasakan atmosfer derby klasik bersama jajaran Polres Sukabumi dan komunitas Vipara.
“Hayu urang nobar bareng, dukung Persib dengan dewasa, jaga kondusifitas, tunjukkan bahwa Bobotoh Sukabumi bisa menjadi contoh suporter yang santun dan sportif,” pungkas Aditya.***






