Disperkim Sukabumi Bangun Landmark ‘Kasepuhan Gelar Alam’ sebagai Wujud Pelestarian Budaya Sunda

- Admin

Minggu, 5 Oktober 2025 - 19:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Disperkim bangun landmark Kasepuhan Gelar Alam sebagai simbol pelestarian budaya Sunda.

Disperkim bangun landmark Kasepuhan Gelar Alam sebagai simbol pelestarian budaya Sunda.

NARASI SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Sunda. Salah satu wujud nyata langkah tersebut terlihat di Kampung Adat Kasepuhan Gelar Alam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.

Plt Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyampaikan bahwa kehadiran dinasnya dalam perayaan Seren Taun ke-657, Minggu (5/10/2025), bukan sekadar bentuk seremonial, tetapi bukti kepedulian nyata terhadap keberlanjutan masyarakat adat.

“Ini bukan hanya kegiatan budaya biasa, melainkan warisan leluhur yang wajib dilestarikan. Kami hadir bukan sekadar menyaksikan, tapi juga ikut membangun,” ujar Herdiawan, Senin (6/10/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, tahun ini Disperkim membangun landmark bertuliskan ‘Kasepuhan Gelar Alam’ yang menjadi simbol identitas komunitas adat. Ke depan, kata Herdiawan, pihaknya juga berencana membangun gapura kasepuhan sesuai arahan Bupati Sukabumi.

“Pelestarian budaya tidak cukup dengan seremoni dan retorika, tapi juga tindakan nyata. Landmark ini adalah bukti bahwa pemerintah menghormati identitas budaya masyarakat adat,” tegasnya.

Selain landmark, Disperkim juga telah menyalurkan sejumlah bantuan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga kasepuhan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi mereka.

“Infrastruktur yang kami bangun adalah bagian dari komitmen jangka panjang agar masyarakat adat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah arus modernisasi,” tambahnya.

Menurut Herdiawan, makna Seren Taun tidak hanya terletak pada prosesi adatnya, tetapi juga pada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang utama dari Seren Taun ini adalah duduk bersama masyarakat, mendengar suara mereka. Bukti bahwa pemerintah tidak hanya ada di kantor, tetapi hadir di tengah rakyatnya,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya
Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud
Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
Bupati Sukabumi Sampaikan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD
Paripurna DPRD Sukabumi, Bupati Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2027
Sekda Tutup Event Panahan Berkuda di Nyalindung, Diharapkan Jadi Kegiatan Berkala
Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030 Resmi Dilantik
Pemkab Sukabumi Terus Perkuat Jaminan Kesehatan Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Bupati Sukabumi Sampaikan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 18:19 WIB

Sekda Tutup Event Panahan Berkuda di Nyalindung, Diharapkan Jadi Kegiatan Berkala

Berita Terbaru

Desa Jayanti punya potensi besar dari laut, wisata hingga UMKM. | Fb/Pemdes Jayanti

Diskominfosan

Dari Laut hingga UMKM, Ini Potensi Besar Desa Jayanti Sukabumi

Senin, 5 Okt 2026 - 22:01 WIB