NARASI SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi merespons aksi protes warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, terkait kondisi jalan rusak yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Aspirasi tersebut sebelumnya disampaikan warga kepada pemerintah desa dan UPTD PU Wilayah Jampangkulon.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan pemerintah daerah telah menindaklanjuti tuntutan masyarakat mengenai perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Menurutnya, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Surade mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan penanganan berupa rekonstruksi.
“Memang banyak ruas jalan di wilayah Desa Sukatani mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Uus Firdaus, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan jalan yang telah mencapai lebih dari 60 persen masuk dalam kategori rekonstruksi. Untuk penanganannya, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar per kilometer, di luar kemungkinan kenaikan harga material dan biaya lainnya.
Meski kebutuhan anggaran cukup besar, kata Uus, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah. Ia menyebutkan, kondisi keuangan daerah menjadi faktor utama dalam menentukan panjang penanganan jalan yang dapat direalisasikan.
“Penanganan jalan rusak akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Kalau fiskal kita bagus, penanganannya bisa lebih panjang,” ungkapnya.
Selain itu, Dinas PU juga mempertimbangkan kemungkinan pengalokasian anggaran melalui perubahan anggaran daerah mendatang. Dua titik jalan yang menjadi perhatian warga pun akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Uus menambahkan, status jalan di Desa Sukatani sebelumnya merupakan jalan desa, kemudian berubah menjadi jalan kabupaten. Pada tahun 2026, ruas tersebut kembali ditetapkan sebagai jalan strategis kabupaten.
“Status jalan di Desa Sukatani ini awalnya merupakan jalan desa. Kemudian berubah status menjadi jalan kabupaten. Pada tahun 2026 kembali ditetapkan sebagai jalan strategis kabupaten,” pungkasnya.***






